Fb. In. Tw.

Surat kepada Kafka Tamura

Kafka,

kau tahu apa yang menyebabkanku mengurungkan niat untuk bunuh diri? Barangkali hal ini terlalu mendadak, tapi aku pikir harus segera menulis surat ini dan menyampaikannya padamu. Meskipun aku ragu kau akan membacanya.

Kau tak pernah ada. Kau gagak yang terbang dan mematuk dari satu kepala ke kepala lain. Dari sanalah kau menganggap dirimu ada. Aku tak bisa menjelaskannya secara singkat. Ikutilah kata demi kata dalam surat ini. Tentu saja selalu ada kemungkinan aku tak bisa menjelaskannya sama sekali.

Kau hanyalah sebuah konsep yang dibuat oleh seorang lelaki yang gemar berlari. Akan mudah bagimu untuk memahami penjelasan ini. Bahwa perlahan aku akan menjadi sepertimu, menjadi ketiadaan. Setiap hari aku menunggunya dengan ketakutan dan kelapangan. Aku tak bisa menolaknya, maka aku pikir jalan terbaik adalah menyerahkan sesuatu di luar diriku melakukan tugasnya, sementara aku berjuang dalam kesadaranku.

Aku telah melihat begitu banyak kepiluan. Betapa konsep sederhana tentang kebahagiaan begitu sulit untuk diterapkan. Setiap hari orang-orang menderita, ada atau tidak adanya kematian. Penderitaan adalah virus tanpa vaksin. Sekeras apa pun kita coba untuk tidak menyadarinya, penderitaan tetap mengakar dalam diri kita.

Kafka, kenangan mungkin rasa lapar yang menyakitkan, dan tidak ada satu pun roti yang bisa mengenyangkannya. Namun dari kesakitan itu aku hidup. Membayangkan kenangan adalah cara paling tepat untuk mengulur kematian dan mungkin cara paling baik untuk bunuh diri.

Dunia hanya sebatas metafora, angin yang berbisik, hutan yang menyesatkan, tenggiri yang jatuh dari langit, serdadu yang menolak mati, persetubuhan yang filosofis, kucing-kucing yang berunding, sebongkah batu yang keras kepala, begitupun dirimu. Kafka.

Dunia bagaikan sebuah perpustakaan. Selalu ada buku yang belum kita baca atau setidaknya kita melupakan isinya, dan kita bisa dengan bebas memilih untuk mengabaikannya atau tidak. Buku itu tetap terselip di antara buku lainnya.

Kafka, aku mohon sekali lagi. Bacalah surat ini setiap kau merasa dirimu ada. Bacalah, Kafka!

 

Detail Buku
Judul:
Dunia Kafka
Judul asli: Umibe no Kafuka
Penulis: Haruki Murakami
Penerjemah: Th. Dewi Wulansari
Penerbit: PT Pustaka Alvabet
Tebal: 599 hlm.
Cetakan: 3, Maret 2016

KOMENTAR
Post tags:

Adhimas Prasetyo, penulis dan pembaca. Buku puisi pertamanya berjudul Sepersekian Jaz dan Kota yang Murung (2020).

You don't have permission to register