Fb. In. Tw.

Momen Perjumpaan “Oksigen Jawa”

Perupa Hanafi akan menggelar pameran biografi visual bertajuk Oksigen Jawa di Galeri Soemardja, Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 17 April hingga 17 Mei 2015.

Dalam konferensi pers yang dilaksanakan Rabu (15/4), Agung Hujatnikajennong, salah seorang kurator pameran, mengungkapkan ketertarikannya pada karya-karya Hanafi yang dipamerkan kali ini. “Hanafi banyak mengangkat tema-tema kenangan dalam karya-karyanya. Dan bila sebelumnya karya Hanafi cenderung dianggap abstak, pada pameran kali ini Hanafi justru menghadirkan objek-objek yang bersifat konkrit. Ini hal menarik karena bukan kebiasaan Hanafi.”

Agung Hujatnikajennong (kiri) memaparkan pameran biografi visual Oksigen Jawa karya Hanafi (kanan) di hadapan rekan-rekan media (15/4).

Agung Hujatnikajennong (kiri) memaparkan pameran biografi visual Oksigen Jawa karya Hanafi (kanan) di hadapan rekan-rekan media (15/4).

Selain lukisan, karya Hanafi pada pameran biografi visual Oksigen Jawa juga mencakup seni instalasi dan perombakan ruang. Pihak Galeri Soemardja, dalam pengantar buku Oksigen Jawa bahkan menuturkan bahwa salah satu daya tarik Hanafi dalam pameran kali ini adalah cara presentasi karya yang sampai “merombak” tampilan Galeri Soemardja yang ada selama ini.

Hanafi melakukan perombakan ruang galeri dengan membangun labirin. Pada labirin itu beberapa karya Hanafi sengaja dipajang dengan maksud menihilkan jarak dengan pengunjung.

Adinda Luthvianti, pengelola Studio Hanafi, mengungkapkan bahwa proyek Oksigen Jawa bukanlah pameran biografi visual Hanafi belaka. Lebih dari itu, Oksigen Jawa adalah satu momen perjumpaan bagi berbagai disiplin kesenian.

Ya, dalam kurun waktu satu bulan, selama pameran akan ada pula Performance Art oleh Ine Arini, Fajar Satriadi, dan Toni Broer (Jumat, 17/4), Diskusi antologi puisi Kiki Sulistiyo “Penangkar Bekisar” bersama Acep Zamzam Noor dan Ari J. Adipurwawidjana; Pertunjukan Teater “Pertemuan dalam Lubang Jarum” yang disutradarai Riyadusshalihin (Sabtu, 18/4), Workshop Kostum Teater “Potongan di Bawah Tatapan” bersama Auguste Soesastro dan Hanafi (Jumat, 24/4), Workshop Performance Art “Teks dan Tindakan” bersama Melati Suryodarmo (Jumat, 8/5), dan Diskusi Seni Rupa “Bayangan Teks” bersama Agung Hujatnikajennong, Prof. Jakob Sumardjo, dan Hanafi (Jumat, 14/5). Seluruh kegiatan, kecuali Art Performance, akan digelar di Selasar Amphitheater ITB.

Terkait gagasan Oksigen Jawa sebagai sebuah momen perjumpaan, Adinda Luthvianti menjelaskan, “Kesenian tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dalam perjumpaan, kesenian menemukan esensinya. Kami berharap perjumpaan multidisipliner yang difasilitasi proyek seni Oksigen Jawa akan menghasilkan suatu misteri yang berbeda.”

Adinda Luthvianti menjelaskan konsep biografi visual Oksigen Jawa (15/4).

Adinda Luthvianti menjelaskan konsep biografi visual Oksigen Jawa (15/4).

Sebagai sebuah biografi visual, Oksigen Jawa mengandung muatan historis personal Hanafi sebagai seorang perupa. Karya-karyanya, baik dalam bentuk lukisan maupun instalasi, umumnya diilhami oleh kehidupan masa lalunya di Purworejo. Lukisannya yang berjudul “Waktu Berjalan di Bawah Gulungan Benang Ibu” serta “Penjahit Malam” merujuk pada sosok Umi Hani, perempuan yang melahirkan dan membesarkan Hanafi.

Terkait hal ini, Agung menyarankan bahwa untuk memahami dan menikmati karya Hanafi kali ini dibutuhkan pembacaan yang menyeluruh terkait karya dan biografi Hanafi sendiri.

Pembukaan Oksigen Jawa direncanakan akan dibuka oleh Menteri Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Anies Baswedan, pada Jumat (17/4) pukul 19.00 WIB di Galeri Soemardja. Sungguh disayangkan bila Anda tidak dapat mengikuti satu pun rangkaian pameran biografi visual Oksigen Jawa.[]

Foto: Opet

KOMENTAR

Reporter buruan.co. Menulis puisi dan esai. Kumpulan puisi pertamanya "Kartu Pos dari Banda Neira" (Penerbit Gambang, 2017).

You don't have permission to register