Fb. In. Tw.

“Kita Tidak Ingin Membuang Minyak Ke Dalam Api”

Pementasan Monolog Tan Malaka “Saya Rusa Berbulu Merah” yang semula akan dilaksanakan pada malam ini, Rabu (23/03/2016), di  Institut Francaise D’Indonesie (IFI) Bandung, Jalan Purnawarman Bandung, dinyatakan akan ditunda untuk waktu yang belum dapat ditentukan. Hal tersebut disampaikan oleh Ricky Arnold, Penanggung Jawab Bidang Budaya dan Komunikasi IFI Bandung.

Saat melaksanakan konferensi pers di ruang perpustakaan IFI Bandung, terungkap bahwa alasan pembatalan tersebut karena tidak ada jaminan keamanan dari pihak kepolisian Bandung. “Kami mengutamakan keselamatan para pengunjung, mahasiswa IFI, dan  karyawan.”

Konferensi pers dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan moderasi antara pihak Mainteater, IFI Bandung, dan Front Pembela Islam (FPI). Ahda Imran selaku penulis naskah menuturkan bahwa pada akhirnya pihak Mainteater menyerahkan sepenuhnya kepada pihak IFI sebagai tuan rumah. Ahda menyayangkan tidak adanya pihak kepolisian yang berjaga dan menjamin pelaksanaan kegiatan monolog. “Negara alfa di saat seperti ini. Di mana kebebasan tidak ada.”

Saat moderasi berlangsung antarapukul 13.00-16.00 WIB, pihak Mainteater telah memberikan beberapa opsi kepada pihak FPI, salah satunya dengan memberi kesempatan kepada pihak FPI untuk berbicara. “Kami telah memberikan kesempatan kepada pihak FPI yang diwakili oleh Bapak Hilman Firdaus untuk berbicara sebelum pementasan. Akan tetapi tentu saja mereka menolaknya.”

Ahda menyampaikan bahwa pandangan salah tentang monolog ini sudah terbaca ketika moderasi berlangsung. Pihak FPI tidak menerima apa pun yang disampaikan. “Bahkan mereka kami berikan naskahnya.”

Hal tersebut diamini oleh Ricky yang mengungkapkan bahwa pihak IFI membuka peluang sebesar-besarnya untuk berdialog. “Keterbukaan dan dialog serta kelegowoaan lebih kami utamakan daripada otot,” tuturnya.

Sementara itu, Wawan Sofwan selaku sutradara menuturkan bahwa pihaknya tidak akan kapok untuk mementaskan drama. “Ini adalah resiko kami. Tentu kami tidak menduga akan ada hal seperti ini. Kami akan tetap menggelar pementasan malam ini berupa latihan untuk para pemain.”

Wawan menjelaskan bahwa pihaknya akan tetap melangsungkan kegiatan latihan di IFI Bandung. Sementara untuk pengembalian tiket akan dilaksanakan malam ini. “Penonton akan tetap masuk dan kami akan menjelaskan apa yang terjadi.”

Heliana Sinaga, pimpinan produksi monolog Tan Malaka menuturkan bahwa malam ini sudah ada 150 tiket terjual dan ada 30 tiket yang dijual di tempat. “Untuk besok malam sudah penuh. Sekitar 150 kursi.” Pihak Mainteater berjanji akan mengembalikan uang tiket penonton dengan menggunakan uang kas yang ada.

“Monolog Tan Malaka ini tidak ada sponsor akan tetapi kami akan berusaha mengembalikan tiket penonton. Kami akan berusaha.”

Di akhir konferensi pers Ahda Imran menuturkan bahwa ia menantang Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil untuk membuktikan janjinya. “Bandung Juara itu bagaimana? Ketika kebebasan berekspresi dihadang. Negara alfa saat ini.”

Senada dengan Ahda, Wawan Sofwan juga mengemukakan bahwa pelarangan ini serupa senjakala kesenian di Kota Bandung.

Direktur IFI Bandung, Melanie Martini mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya pelarangan dan peristiwa ini menunjukkan buruknya rasa toleransi. Mereka yang ingin menggagalkan monolog tanpa mengetahui dan mau berdiskusi soal konten kesenian menunjukkan rendahnya rasa toleransi.

Melanie juga meminta maaf kepada Mainteater yang telah berusaha dan keluar banyak energi demi terwujudnya monolog ini, “Kami sangat menyesal dan mohon maaf kepada kawan-kawan Mainteater atas peristiwa ini. Dan, kita tidak ingin membuang minyak ke dalam api.”

Sementara itu, pihak FPI yang diwakili oleh Dedi Subuh saat dimintai keterangan dengan tegas meminta agar monolog ini dibatalkan. “Kami tidak ingin Bandung yang kondusif ini dinodai dengan kegiatan-kegiatan komunis,” tuturnya.

Dedi bersama tujuh rekannya yang sejak siang berada di IFI Bandung menunggu surat tertulis dari pihak IFI Bandung atas pembatalan monolog ini. “Kami akan tetap di sini sampai kami menerima surat pembatalan.”[]

KOMENTAR

Kontributor tetap buruan.co. Guru SMPN Satap 3 Sobang dan Pemandu Reading Group "Max Havelaar" di Taman Baca Multatuli, Lebak, Banten.

Comments
  • lukman

    tapi kita ingin membuang api ke dalam minyak?

    24 Maret 2016

Sorry, the comment form is closed at this time.

You don't have permission to register