
[Foto] Yang Terlupakan dari Sisa-Sisa
Jika bukan demi kita, barangkali tidak ada orang-orang yang melacurkan seluruh hidupnya demi sampah. Barangkali sudah tak terpikir di benaknya jika itu adalah sisa-sisa. Baginya sampah adalah bagian dari hidup dan kita adalah orang-orang yang senantiasa melupakannya. Melupakan sisa-sisa yang tak lagi kita anggap ada dalam keseharian. Kadang sesuatu yang kecil, yang lupa, yang tak tersentuh, adalah cinta bagi mereka yang lain.
Seperti apa yang diceritakan dalam foto itu. Seorang Bapak Tua yang hanya menghargai diri jika dirasa berguna bahkan untuk sisa-sisa manusia. Kadang ia membakar sampah di antara pepohonan yang ada, agar asapnya tak lari ke mana. Kadang ia membereskan sampah agar tidak masuk ke dalam sungai, atau kadang memilih mengambil kembali barang-barang yang masih layak dan bermanfaat ke dalam carangka, setidaknya bermanfaat bagi ia dan keluarganya.
Walaupun setiap bulan mendapatkan gaji yang entah pantas atau tidak. Yang lebih menyadarkan kita, sebagai orang-orang yang senang menyampah adalah kemauannya melacurkan hidupnya demi sampah.
Lalu kita? Di mana kita berada saat orang-orang seperti Bapak itu bermandikan kotoran yang wanginya khas dan membuat perut kita selalu ingin muntah? Setidaknya dalam kehidupan sehari-hari, kita yang menjauhi nafas dari tumpukan sampah, ingat hal-hal kecil yang dirasa sia-sia. Kita yang setiap hari selalu ingin hidup menjauhi tumpukan sampah, ingat bahwa nun jauh di sana, ada orang-orang yang memperlakukan dirinya sebagai bagian dari tumpukan sampah itu. Bukan demi orang lain, tapi demi kita, demi cintanya pada alam semesta.[]